STUDI BANDING BUKAN ACARA JALAN-JALAN SEMATA

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  

 Belajar adalah inti kegiatan pendidikan. Proses pendidikan itu identik dengan proses belajar

(Owen Watts)

 Belajar bukan demi ilmu pengetahuan semata, melainkan demi kehidupan

(Lucius Anaeus Seneca)

Makna Studi Banding

Studi banding pada hakikatnys sebuah proses pengakuan tentang kelebihan orang atau pihak lain, dan menjadikan kelebihan itu sebagai bahan pembelajaran..Hasil pembelajaran ini dimaksudkan untuk dapat diterapkan di daerah sendiri. Jadi studi banding sebenarkan mempunyai makna sebagai berikut. Pertama sebagai pengakuan terhadap kemungkinan adanya kelemahan dan kekurangan diri. Kedua, mengakui dan mengapresiai kelebihan dan kebaikan orang atau pihak lain. Ketiga, adanya keinginan yang kuat untuk memperhaiki kelemahan dan kekurangan itu, untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin.Walhasil, studi banding mempunyai makna yang sangat mulia, yakni adanya niat untuk meningkatkan kinerja.

Dalam praktik, niat mulia ini seringkali melenceng. Misalnya ada kegiatan studi banding yang dimanfaatkan untuk hanya sekedar jalan-jalan. Bahkan ada konotasi kuat bahwa kegiatan itu hanya digunakan untuk mengabiskan anggaran. Studi banding ke Singapura, ke Eropah, ke Amerika Serikat, atau ke tempat lain telah dilaksanakan dan telah mengha-biskan begitu banyak uang rakyat. Seharusnya, hasil kegiatan itu tidak hanya dilaporkan kepada penyandang dananya, tetapi akuntabilitasnya harus dilaporkan kepada rakyat atau masyarakat, sebagai pemilik sebenarnya anggaran yang digunakan untuk studi banding itu. Rupanya di negeri ini telah banyak terjadi cara-cara yang ternyata melenceng dari rencana dan tujuan yang mulia itu.

Langkah-Langkah Kegiatan Studi Banding

Agar rencana dan tujuan kegiatan studi banding tersebut tidak melenceng, maka perlu disusun langkah yang jelas dalam kegiatan studi banding tersebut.

    Buat rencana yang jelas kegiatan studi banding tersebut. Untuk ini, kita ingat kata-kata bijak yang menyatakan bahwa “who don’t make a plan, make a fail”. Artinya, siapa yang tidak membuat rencana, ia akan membuat kegagalan. Oleh karena itu, rencana kegiatan studi banding harus dibuat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakholder).. Dalam rencana ini dijelaskan tentang, latar belakang urgensi kegiatan studi banding tersebut, kelebihan apa saja yang akan dipelajari, di daerah mana kelebihan itu akan dikunjungi, kapan ke kegiatan itu dilaksanakan, siapa saja yang akan ikut dalam kegiaan tersebut, siapa yang bertugas untuk proses pengumpulan data dan informasi, dan yang lebih penting siapa saja yang akan membuat laporan kegiatan, dan seterusnya. Yang tidak kalah pentingnya adalah rencana ini dilengkapi dengan instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulkan data dan indformasi yang diperlukan.

    Penganggaran dan pelaksanaan kegiatan studi banding. Setelah proses perencanaan disusun secara rapi, langkah berikutnya adalah penyediaan anggaran dan kemudian pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan rencana. Dalam pelaksanaan inilah hasil studi banding itu akan ditentukan kualitasnya

    Penyusunan laporan hasil studi banding. Tim penyusunan laporan ditetapkan, dan proses penyusunan laporannya dilaksanakan dengan melibatkan semua peserta studi banding. Proses penyusunan laporan ini sudah barang tentu menggunakan data dan informasi yang diperoleh dengan menggunakan instrumen tersebut.

    Finalisasi laporan hasil studi banding, dan dilanjutkan dengan pengiriman hasil studi banding tersebut kepada pihak penyandang dana. Lebih dari itu, karena pada haki-katnya dana yang digunakan untuk studi banding tersebut berasal dari uang negara atau uang rakyat, maka hasil studi banding tersebut seyogyanya juga dilaporkan kepada masyarakat, melalui media sosial yang ada, termasuk ke media massa.

    Implementasi lebih lanjut hasil studi banding secara optimal. Hal-hal yang positif yang dapat diimplementasikan pastilah harus menjadi bahan pertimbangan untuk dapat dipimpelemtasikan. Katakan saja misalnya hasil studi banding DPR RI ke Negeri Belanda tentang pembangunan tembok di tepi laut untuk mencegah masuk-nya air laut daratan negeri Belanda ternyata sangat mungkin dibangun di pantai Jakarta, maka hasil studi banding tersebut sangat mungkin diimplementasikan untuk pembangunan kawasan pantai di kawawan Jakarta. Implemtasi hasil studi banding merupakan langkah akhir dari kegiatan studi banding.

Refleksi

Kegiatan studi banding sesungguhnya memiliki makna dan tujuan yang sangat positif. Upaya perumusan kebijakan, evaluasi kebijakan, dan penyempurnaan kebijakan perlu dilakukan dengan menggunakan hasil studi banding ke daerah yang memiliki nilai-nilai positif yang dapat diadopsi. Hasil studi banding, bagaimana pun juga hasilnya, harus dapat menjadi bahan pembelajaran, untuk peningkatan kinerja atau untuk penyempurnaan proses dan hasil kegiatan yang dewasa ini telah kita capai. Apa kelebihan Kota Malang dalam penyelenggaraan pendidikannya? Hasil studi banding tentang penyelenggaraan pendidikan di Kota Malang, seyogyanya dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja Dewan Pendi-dikan yang akan melaksanakan studi banding di Kota Malang. Untuk akuntabilitas kegiatan studi banding tersebut, laporkan hasil studi banding tersebut kepada penyandang dana, kepada pihak yang terkait, dan jalang lupa kepada masyarakat melalui media sosial yang ada. Selamat melaksanakan program studi banding. Acara jalan-jalan dengan studi banding haruslah seimbang dengan hasil studi banding yang diperoleh. Mudah-mudahan.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "STUDI BANDING BUKAN ACARA JALAN-JALAN SEMATA"