Efektivitas Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Dipertanyakan

  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  
    1
    Share

JournalPolice.com – Keberadaan dan kinerja dewan pendidikan di tingkat wilayah dan komite sekolah di tingkat sekolah digugat dan dipertanyakan. Di banyak daerah, kedua pintu masuk partisipasi publik dalam urusan pendidikan itu justru tidak paham kondisi dan perkembangan pendidikan dan sekolah di wilayahnya.

Padahal, kedua perwakilan masyarakat itu seharusnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan anak didik di tempat masing-masing.

Masih pentingnya wadah bagi publik untuk ikut menangani pendidikan. Yang menjadi pertanyaan, apakah dewan pendidikan dan komite sekolah masih menjadi wadah yang tepat. Kedua wadah itu dinilai para peserta sudah melenceng dari peran dan fungsinya. Komite sekolah di banyak sekolah hanya berfungsi sebagai penggalang dana untuk kegiatan sekolah.

Peran penting

Posisi dewan pendidikan dan komite sekolah sangat penting karena menjadi pintu masuk pelibatan publik. Seharusnya kedua lembaga itu bisa membantu memperbaiki kondisi pendidikan, paling tidak menurunkan jumlah anak putus sekolah di daerahnya. Untuk mengetahui kinerja kedua lembaga itu, Kemdikbud membuat ukuran kinerja. Mengukur kinerjanya mudah. Lihat saja apakah sekolah menjadi lebih baik setelah ada komite sekolah atau tidak.

Selama ini komite sekolah tidak memiliki posisi tawar di sekolah karena surat tugas para anggota ditandatangani oleh kepala sekolah. Seharusnya anggota komite sekolah diangkat oleh dewan pendidikan kabupaten/kota karena mereka bagian dari masyarakat sipil.

Ada enam persoalan pendidikan yang dianggap krusial dan strategis yang akan dibahas enam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari perwakilan masyarakat sipil dari sejumlah daerah di Indonesia serta pejabat eselon satu dan dua dari Kemdikbud.

Keenam persoalan itu adalah akses dan keterjangkauan, anggaran pendidikan dasar, revitalisasi dewan pendidikan dan komite sekolah, mutu dan kurikulum, peningkatan mutu dan kesejahteraan guru, serta penataan dan pemerataan guru. Hasil diskusi dari enam kluster dalam simposium ini akan dirumuskan pada Rabu pagi untuk menjadi rekomendasi dan komitmen bersama bagi prioritas pembangunan pendidikan di Indonesia.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Efektivitas Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Dipertanyakan"