Ratusan Minimarket Ilegal Di Semarang Segera Disegel

  •  
  •  
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  
    1
    Share

SEMARANG, JournalPolice.com – Pertumbuhan minimarket di Kota Semarang menjamur tak terkendali. Bahkan kuota sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang telah dibatasi hanya 500 minimarket, tapi faktanya tercatat mencapai 529 minimarket telah berdiri di Kota Semarang.

Ironisnya, dari jumlah itu, data sementara hanya kurang lebih 230-an minimarket yang memiliki izin. Sisanya diduga tidak memiliki izin alias ilegal. Tentu, menjamurnya minimarket yang tak terkendali ini berdampak lesunya ekonomi rakyat berbasis toko kelontong dan pasar tradisional. Sebab, banyak minimarket berdiri tanpa memerhatikan aturan jarak dengan pasar tradisional. Selain itu, hampir semua minimarket melakukan ekspansi besar-besaran dengan beroperasi 24 jam setiap harinya. Oleh sebab itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang menyatakan akan melakukan penyegelan terhadap minimarket ilegal. “Kami masih melakukan pendataan secara pasti. Minimarket mana saja yang tidak berizin, maupun yang berizin. Mulai akhir April atau sebelum lebaran, minimarket ilegal akan kami tutup dengan penyegelan,” tegas Fajar Purwoto. Meski masih dalam tahap melengkapi data, Fajar menyebut jumlahnya minimarket ilegal ini banyak. “Yang jelas jumlahnya lumayan banyak. Yang jelas nanti ada data, karena sementara ini kami belum sempat merapatkan dengan Satpol PP, 25 April nanti kami kumpulkan untuk selanjutnya akan kami lakukan penyegelan,” katanya.

Setelah dilakukan penutupan dengan cara penyegelan, lanjutnya, semua minimarket tak berizin tidak boleh melakukan aktivitas operasional. “Perizinan minimarket merupakan kewenangan Dinas Perdagangan, kalau minimarket tidak berizin adalah tugas Satpol PP untuk melakukan penindakan, termasuk penutupan tersebut. Selain itu, dalam yustisi ini nanti kami juga akan menggandeng Komisi B DPRD Kota Semarang dan pihak Polrestabes Semarang,” beber dia.  Kenapa melibatkan Polrestabes Semarang? Fajar menjelaskan, hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau mengarah ke pidana, biar langsung diproses oleh pihak Polrestabes Semarang. Karena yang punya minimarket itu biasanya adalah orang berada (berduit), kami mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Fajar. Lebih lanjut, dijelaskan Fajar, mekanisme nya nanti pihaknya akan memberikan teguran terlebih dahulu. Mulai dari teguran pertama, kedua, dan ketiga. “Jika sudah melewati teguran minimarket tak berizin tersebut tetap beroperasi, maka kami akan melakukan eksekusi dengan penyegelan oleh Satpol PP,” katanya. Menurutnya, keberadaan minimarket tak berizin tersebut merugikan para pedagang. Sebab aturan Perda banyak yang dilanggar. Misalnya aturan mengenai jarak maksimal 500 meter dari pasar tradisional. “Nanti semua akan kami cek. Sejauh ini (sejak kepemimpinan Fajar), Dinas Perdagangan belum pernah mengeluarkan izin minimarket baru. Misalnya pengecekan diketahui ada 10 minimarket tak berizin, maka akan langsung kami segel,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro Pudyo Martantono mengatakan Satpol diminta atau tidak, tetap melaksanakan fungsi pengawasan dan penegakkan Perda Nomor 16 tahun 1998 dan Nomor 15 tahun 2015 tentang Izin Gangguan atau Hinder Ordonantie (HO) dan retribusinya HO. “Segala jenis usaha, termasuk minimarket disyaratkan tetap mengurus perizinan. Seperti beberapa waktu lalu, kami juga melakukan penindakan non yustisial terhadap swalayan kategori minimarket besar,” katanya. Menurutnya, keberadaan minimarket juga penting dari sisi peningkatan perekonomian dan investasi di Kota Semarang. Hanya saja perlu diatur pertumbuhannya. Jadi, pemkot tidak ada niatan mematikan usaha di semua sektor selama hal tersebut produktif dan dapat menampung peluang pekerjaan. Hanya saja regulasinya yang akan kami optimalkan,” katanya. Pihaknya mengaku belum mimiliki data mengenai minimarket tidak berizin. Sebab, perizinan minimarket ada di Dinas Perdagangan Kota Semarang. “Satpol sedang mengumpulkan data untuk tindakan selanjutnya,” ujar Endro. (Team JP)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ratusan Minimarket Ilegal Di Semarang Segera Disegel"