Pasar Tradisional Gunakan E-Retribusi,-Pemkot Optimis PAD Bertambah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  

JournalPolice.com, Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasar tradisional meningkat pada tahun 2017 ini. Pasalnya beberapa pasar sudah diterapkan penarikan retribusi dengan sistem elektronik (e-retribusi). “Biasanya itu PAD dari pasar tradisional mencapai Rp 20,2 miliar per tahun. Kita targetkan naik Rp 200 juta untuk tahun 2017 ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo.

Pihaknya mengaku optimistis target PAD itu bisa terpenuhi. Karena sejumlah pasar tradisional sudah menerapkan e-retribusi, seperti Pasar Gede, Pasar Gilingan, Pasar Depok, Pasar Singosaren dan beberapa hari lalu sudah di-launching di Pasar Klewer, Pasar Tanggul, Pasar Bangunharjo, Pasar Sibela Mojosongo dan Pasar Gading.  “Optimis itu akan terpenuhi dengan perubahan pembayaran retribusi pedagang. Untuk retribusi Pasar Klewer saja sekitar Rp 3,9 miliar tahun ini,” kata dia.

Diakuinya, jika selama sini penarikan retribusi yang ditarik petugas tidak berjalan optimal dan sering ada kendala. Itu seperti banyak pedagang yang menunda pembayaran retribusi sampai menunggak berbulan-bulan dan itu jelas sangat berpengaruh.

Maka sejak tahun kemarin dilakukan cara baru bagi pedagang untuk membayar retribusi dengan sistem elektronik. “Ini akan maksimal dan juga lebih transparan sehingga bisa meningkatkan PAD. Ke depan ini akan diperlakukan di semua pasar tradisional yang berjumlah 44 pasar, jadi bertahap karena ini juga tergantung dari bank yang bisa di ajak kerja sama,” ungkapnya.

Nantinya dengan penerapan e-retribusi ini, Pemkot akan mengalihtugaskan petugas penarik retribusi di sejumlah pasar yang telah menerapkan sistem e-retribusi. Mereka akan diberi tugas baru menyesuaikan kebutuhan masing-masing pasar. “Mereka tetap akan di pertahankan tapi tugasnya dialihkan. Nanti akan dibahas lebih lanjut lagi,” sambungnya.

Sementara itu Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo menyatakan dengan e-retribusi ini maka akan lebih transparan. Pedagang juga tahun besaran yang diterkumpul itu berapa tiap minggu atau bulan. “Ini untuk memudahkan kita mengontrol. Pedagang bisa mengecek besaran yang terkumpul itu berapa,” imbuhnya. Ditambahkan, nanti juga untuk efisiensinya bisa di hitung. Contoh saja, biasanya petugas penarik retribusi di Pasar Klewer itu berapa nanti akan di alihkan ke kepentingan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. “Pemkot itu masih kekurangan SDM,” pungkasnya.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pasar Tradisional Gunakan E-Retribusi,-Pemkot Optimis PAD Bertambah"