BERSITEGANG DALAM EKSEKUSI RUMAH DI PUCANGAN, KARTASURA, SUKOHARJO

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
  •  

JOURNALPOLICE.COM, SUKOHARJO – Eksekusi rumah Kukuh Prasetyo, 64, di Kelurahan Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, oleh Pengadilan Negeri Sukoharjo, Rabu (25/10/2017), berlangsung sedikit ricuh. Pemilik rumah melalui kuasa hukum Adv. Jamal, SH & Partner dan sejumlah petugas sekuriti kukuh mempertahankan rumah dari para eksekutor Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo yang merangsek masuk halaman rumah. Saling dorong kedua pihak tak terhindarkan sehingga nyaris menyulut baku pukul. Namun karena jumlah personel yang dikerahkan PN Sukoharjo lebih banyak, mereka berhasil masuk ke rumah setelah mendobrak pintu yang semula tertutup.

Sementara itu, kuasa hukum Kukuh Prasetyo, Adv. Jamal, SH & Partner, mengatakan kalau bicara masalah harkat, martabat, nurani atau mata batin, bukan bicara mata uang, dia menyesalkan kejadian ini. Permintaannya agar eksekusi ditunda ternyata diabaikan.

“Kami minta waktu paling satu pekan untuk membersihkan isi rumah agar dalam pemindahan barang-barang tidak berantakan. Kemarin saya sudah ke PN Sukoharjo untuk menghadap pimpinan ternyata tidak ada. Alasannya pimpinan sedang ke Jakarta. Sedangkan panitera PN Sukoharjo tidak bisa memutuskan,” ujar dia.

Dia mengklaim sudah berkoordinasi dan berkomunikasi ke PN Sukoharjo untuk meminta waktu agar eksekusi ditunda, bukan untuk dibatalkan. Namun, juru sita dari PN Sukoharjo tetap datang mengeksekusi, melaksanakan tugas dari PN Sukoharjo.

Dia menceritakan penyebab rumah itu sampai disita karena kliennya, Kukuh Prasetyo, meminjam uang kepada seseorang bernama Tan Jun Siang senilai Rp50 juta. Tapi ketika itu Kukuh diberi pinjaman Rp35 juta. Selanjutnya Kukuh diajak ke notaris untuk tanda tangan perjanjian.

Ketika itu surat perjanjian yang ditandatangani tidak dibacakan lebih dulu dan Kukuh disuruh tanda tangan. Beberapa waktu kemudian, papar dia, sertifikat tanah dengan luas kira-kira 900 meter persegi yang digunakan sebagai agunan di balik nama tanpa sepengetahuan Kukuh dan dijaminkan di bank yang akhirnya MACET.

Jamal mengaku heran sebab pada awalnya kliennya hanya meminjam uang dan diberi Rp35 juta. Tapi, belakangan sertifikat rumahnya dibalik nama. Oleh sebab itu kliennya melaporkan persoalan ini ke Polres Sukoharjo.

Sementara itu, juru sita PN Sukoharjo, Haryo Pujo Hananto, mengatakan eksekusi dilakukan karena pemenang lelang meminta pengosongan. Sejak 2011, pemenang lelang belum bisa menempati rumah tersebut.

“Karena meminta kepada pengadilan untuk mengosongkan, kami sekarang melakukannya. Di sini pemenang lelang atas nama Bank CIMB Niaga,” ujar dia.

Sedangkan Kabagops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo, mengatakan guna mengamankan eksekusi ini Polres mengerahkan 48 personel dari Polres dan Polsek Kartasura, serta dari Kodim Sukoharjo dan Koramil Kartosura . Dia sengaja mengerahkan personel cukup banyak karena tak mau menyepelekan persoalan di lapangan.

“Kami harus mengantisipasi dari segala kemungkinan. Karena itu dalam pengamanan ini kami juga berjaga-jaga dari segala kemungkinan agar semuanya berjalan aman dan kondusif.” ( Catur JP )

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "BERSITEGANG DALAM EKSEKUSI RUMAH DI PUCANGAN, KARTASURA, SUKOHARJO"